Pernah mengalami kebingungan saat Anda sedang mengukur/menakar bahan yang akan dimasak? Anda tidak tahu seberapa perbandingan yang tepatnya? Mungkin artikel ini dapat menjawab semua kebingungan Anda itu. Semoga Anda tidak menjadi malas dan kesal lagi sewaktu lagi memasak
Sumber : dapur-cantik.blogspot.com
Daftar konversi alat ukur yang banyak digunakan dalam memasak :
1 cangkir = 250 ml (8 oz)
1 sendok makan = 10 ml = 3 sendok teh
1 gelas = 24 sendok makan = 240 ml
1 sendok makan gula pasir = 8 gram
1 sendok makan minyak goreng, margarin = 10 gram
1 sendok makan tepung susu = 5 gram
1 sendok makan tepung beras, tepung sagu = 6 gram
1 sendok makan tepung terigu, tepung maizena = 5 gram
1 kg = 10 ons = 2 pon
Selengkapnya...
Selasa, 27 Mei 2008
Konversi Alat Ukur Dapur
Memotong dan Memeras Jeruk yang benar
Memeras jeruk, baik untuk dijus atau keperluan resep masakan memerlukan cara khusus agar air perasan jeruk yang dihasilkan banyak. Berikut tipsnya:
Sumber : myhobbyblogs.com
Caranya
• Potong jeruk secara melintang (melawan alur juring), jangan membujur. Memotong secara melintang akan menghasilkan lebih banyak air perasan.
• Potong menggunakan pisau tajam agar daging buah terpotong dengan baik sehingga memudahkan keluarnya air dari dalam buah.
• Pilih jeruk yang tua, biasanya ditandai dengan warna kulit yang mengkilat, licin, berwarna tua dan terlihat padat. Jeruk muda tidak akan menghasilkan air perasan yang maksimal.
Tips memilih Buah

Bagaimana memilih buah yang baik, simak Baik-baik ya...
1. Alpukat
Pilih buah alpukat yang masih keras dan terang warna kulitnya (belum terlalu matang). Acuhkan buah alpukat yang dagingnya lembek ketika dipegang. Simpan buah alpukat yang dibeli tadi di dalam beras supaya cepat matang. Cara mengecek sudah matang atau belum yaitu tusukkan tusuk gigi ke dalam bagian daging yang dekat tangkai. Jika dapat digerakkan keluar masuk dengan mudah, berarti buah alpukat sudah matang. Setelah matang, simpan di dalam kulkas.
2. Anggur
Perhatikan pangkal tangkai pada buahnya, jika masih segar dan terasa keras maka buah anggur itulah yang dipilih. Perhatikan juga ketebalan kulitnya, jika tipis, maka kandungan air yang terdapat dalam buah anggur tersebut banyak.
3. Apel
Apel yang baik adalah yang kulitnya mulus tidak ada bercak, saat dipegang masih terasa keras dan baunya harum.
4. Durian
Gunakan indera penciuman Anda. Pegang buah durian dan jika terasa menyengat wanginya, berarti durian sudah matang.
5. Jeruk
Kebalikan dari apel. Kulit jeruk yang tidak mulus dan ada bercak-nya, itulah buah jeruk yang baik. Tancapkan juga kuku ibu jari Anda ke bagian tengah buah jeruk, jika lunak berarti jeruk itu bagus.
6. Mangga
Mangga yang sudah harum dan kondisi buahnya tidak lembek/memar, itulah yang Anda pilih.
7. Nenas
Pilihlah nenas yang masih keras dan segar tangkainya.
8. Pir
Pilih buah pir yang mulus kulitnya, tidak ada bercak serta kondisi daging buahnya masih keras.
9. Pepaya
Pilih yang warnanya sudah kemerah-merahan, kondisi daging buahnya sedikit lunak dan. Pilih juga buah pepaya yang berat karena itu menandakan ketebalan dagingnya.
10. Semangka
Cari buah semangka yang ringan. Jika Anda jentikkan jari Anda ke buah semangka dan terdengar nyaring berarti masih mentah.
11. Sirsak
Buah sirsak yang sudah lembek berarti sudah matang.
12. Stroberi
Pilih buah stroberi yang berwarna merah segar, mengkilat dan bersih.
Selamat memilih buah...
Tips memilih Daging
Sumber : dapur Cantik
>Daging sapi
Dagingnya kenyal, berwarna merah pucat. Mempunyai serat yang halus dan ada sedikit lemak.
>Daging kerbau
Rata-rata dagingnya kenyal/liat dan baunya khas. Jika dikuliti, akan selalu terdapat bulu/rambut.
>Daging domba
Dagingnya sangat kenyal, berserat halus dan warnanya sedikit lebih gelap dari warna daging kambing.
>Daging babi
Warna dagingnya pucat hampir ke merah muda. Baunya khas dan jika dimasak akan berwarna abu-abu putih.
Tips Memilih ikan Segar

Makan ikan yang banyak biar seperti orang Jepang, pintar-pintar. Begitu nasihat kebanyakan para orang tua kepada anak-anaknya. Karena itu, sebaiknya kita mengetahui cara memilih ikan yang baik untuk dikonsumsi.
Sumber : Dapur Cantik
•Jika ditekan, dagingnya terasa keras. Jangan memilih yang sudah lembek.
•Buka bagian insangnya, jika berwarna merah berarti ikan masih dalam keadaan fresh.
Acuhkan warna insang yang sudah pucat atau kehitam-hitaman.
•Perhatikan mata ikannya, jika bening dan menonjol berarti masih segar.
•Tidak berbau anyir dan sisiknya mengkilap.
Jangan salah pilih ya...
Puding Tapai Ketan Hijau
Hidangan penutup yang satu ini memang disukai tua dan muda. Teksturnya lembut, terpadu sempurna dengan gurihnya susu dan wanginya pandan serta tapai ketan hijau. Benar-benar hidangan penutup yang sempurna.
Resep/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo
Bahan A:
1 pks/7 g bubuk agar putih/tanpa warna
100 g gula pasir
½ sdt pasta pandan/pewarna hijau
200 ml susu tawar cair/santan
350 ml air
¼ sdt garam halus
Bahan B:
1 pks/7 g bubuk agar putih/tanpa warna
100 g gula psair
400 g tapai ketan hijau
500 ml air
¼ sdt garam halus
Bahan C:
1 pks/7 g bubuk agar putih/tanpa warna
100 g gula pasir
300 ml susu tawar cair/santan
200 ml air
¼ sdt pasta vanili/vanili bubuk
¼ sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Adonan A: Larutkan bubuk agar putih dengan air, gula pasir dan garam di dalam panci, aduk rata. Didihkan sambil terus diaduk hingga mendidih. Tambahkan susu tawar cair dan pasta pandan/pewarna hijau. Didihkan kembali. Angkat.
2. Adonan B: Larukan bubuk agar dengan air, gula dan garam di dalam panci. Masak hingga mendidih. Tambahkan tapai ketan hijau, masak hingga mendidih. Angkat.
3. Adonan C: Larutkan bubuk agar denga air, gula pasir dan garam, aduk rata. Masak sambil terus diaduk hingga mendidih. Tuang susu tawar cair dan pasta vanili/vanili bubuk. Masak hingga mendidih kembali. Angkat.
4. Penyelesaian: Ambil cetakan puding yang telah dibasahi dengan sedikit air matang. Tuang adonan C, dinginkan hingga mengeras. Tuang adonan B di atasnya, bekukan kembali. Terakhir tambahkan adonan A, dinginkan hingga membeku. Keluakan dari cetakan, potong-potong. Sajikan dingin.
Untuk 20 Porsi
Tip:
• Lapisan pudding akan lepas dan tidak bisa melekat sempurna jika menuang adonan lapisan saat pudding sudah terlalu keras.. Tuang adonan lapisan puding saat lapisan bawah sudah mengeras namun belum terlalu keras.
• Memasak adonan pudding sebaiknya dengan api sedang dan terus diaduk agar susu atau santan tidak pecah.
Selengkapnya...
Es Pisang Ijo

Resep Pisang ijo, Sueger lho!!!
Sumber : dapuranayank.blogspot.com
Bahan :
200 gr tepung beras
400 ml air
beberapa tetes esens pandan (lebih bagus lagi kalo pake air daun suji)
1/2 sdt gula pasir
Pisang
Es serut
Sirup rasa pisang
Bubur :
25 gr tepung beras
350 ml santan
1/4 sdt garam
1 helai daun pandan, remas2, bikin simpul
Cara membuat :
1. Campur 50 gr tepung beras, garam, pewarna, air.
2. Masak di api sedang, aduk2 sampai meletup2.
3. Tambahkan 150 gr tpg beras sedikit2 sambil terus diaduk sampai kalis
4. Angkat. Dinginkan.
5. Ambil sedikt adonan, tipiskan (1/2 cm), bungkuskan pd pisang
6. Kukus selama kurang lebih 30 menit. Angkat
7. Utk bubur, campur semua bahan jadi satu.
8. Masak sampai mendidih dan meletup2. Angkat.
9. Atur di mangkuk ; pisang hijau yg sudah dipotong2, sedikit bubur, es serut, lalu tuangi sirup merah.
Silakan Mencoba
Selengkapnya...

